Tampilkan postingan dengan label Human Resources Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Human Resources Management. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Desember 2011




“Yang Perlu Dicermati dalam Wawancara Kerja”

Kasus :  

                                                                  
            PERNAHKAH - Anda mempunyai teman, kerabat atau entah siapa saja yang punya pengalaman seperti ini? Berkali kali melamar kerja, tetapi gagal saat wawancara. Seperti pengalaman Asti sebut saja begitu yang bolak balik mengadu nasib untuk mencari pekerjaan baru, tetapi sekian kali gagal mendapatkannya. Sialnya, dia tidak berhasil lolos setelah mengikuti tahapan wawancara. Asti sempat putus asa dan malas untuk melayangkan lamaran lagi. Tetapi seorang teman menghiburnya, “Kamu masih beruntung karena untuk dipanggil, dites, kemudian diwawancara itu merupakan separuh bahkan tiga perempat keberhasilan. Banyak orang yang dipanggil saja tidak, apalagi sampai diwawancara.”
            Rupanya kata kata itu betul-betul memberikan semangat baru buat Asti. Sambil terus bekerja dengan status kontrak di tempatnya sekarang, Asti tetap mencoba mencari peluang kerja yang lebih baik. Meski begitu, setiap kali melamar, wawancara beberapa kali yang gagal itu tetap membayang. “Biasanya orang tambah banyak pengalaman, makin percaya diri. Tetapi saya, makin sering diwawancara, makin pesimis, karena di sini saya selalu gagal,” ujar Asti.
            Pengalaman seperti itu sebenarnya jamak dialami orang. Tak cuma di Indonesia, tetapi universal dialami oleh para pelamar kerja di mana-mana di dunia, yang menggunakan sistem seleksi obyektif, bukan sistem koneksi.
            Wawancara sebenarnya hanya merupakan bagian dari sekian proses yang harus dilalui. Seleksi pertama biasanya sudah berlangsung saat lamaran diterima perusahaan. Kualifikasi, termasuk pendidikan, pengalaman, dan lainnya menjadi pertimbangan sebuah perusahaan untuk melanjutkan atau tidak melanjutkan proses lamaran.
            Betapa pentingnya wawancara, terbukti dari contoh kasus Asti di atas. Sepandai apa pun Anda, dengan pengalaman yang Anda miliki, tetap saja tak menjamin Anda bisa diterima di tempat kerja baru yang Anda inginkan. Tak ada rumus yang bisa digunakan dalam wawancara, selain berusaha meyakinkan orang yang mewawancarai bahwa Anda memang mampu, cocok, dan merupakan orang yang tepat untuk mengisi lowongan yang sedang dicari.

Sumber : http://sarikata.com/2004/08/09/yang-perlu-dicermati-dalam-wawancara-kerja.html



            Dari kasus Asti di atas menurut saya memang sering kali ditemui, berbagai macam tes kerja telah dilalui, tetapi ketika wawancara justru tidak dapat dilewati. Sebelumnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu faktor-faktor apa saja yang menyebabkan para pelamar banyak yang gagal ketika sedang interview (wawancara). Banyak dari kita tentu pernah mengalami rasa “nervous” atau dalam bahasa kita menyebutnya yaitu “grogi”, perasaan yang seperti itu memang sudah biasa. Akan tetapi, apabila kita terus membawa perasaan grogi tersebut tentu akan membawa dampak tersendiri bagi kita. Nervous, secara tidak kita sadari dapat mempengaruhi bahasa tubuh kita, padahal setiap wawancara tidak mungkin si pewawancara tidak membaca bahasa tubuh kita. Dari bahasa tubuh kita sudah memiliki penilaian tersendiri bagi si pewawancara. Selain itu, dari rasa nervous tersebut juga dapat mempengaruhi daya tangkap kita atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh si pewawancara.
            Dari sebuah buku berjudul Sukses Mendapatkan Pekerjaan", karya Anna T. Yuniarti, S.Psi.  Dijelaskan bahwa biasanya pertanyaan-pertanyaan pewawancara terbagi atas 12 bidang. Semua pertanyaan pertanyaan tersebut ditujukan untuk menggali aspek motivasi, aspek ketahanan terhadap tekanan/stres, aspek inisiatif, dan sikap kerja, kepercayaan diri . Kemudian untuk menggali berbagai aspek kemampuan memecahkan masalah, kemampuan membuat keputusan, dan kemampuan dalam keberhasilan. Selanjutnya untuk mengetahui aspek aspirasi diri, kelemahan pencari kerja, kemampuan sosialisasi terhadap lingkungan, aspek kemandirian dan terakhir aspek kepemimpinan.
            Berikut ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum tiba waktu untuk diwawancarai, yaitu :
1.      Siapkan mental, tentu harus dipersiapkan terlebih dahulu dibandingkan yang lain.
2.      Setidaknya kita mengetahui hal-hal yang baru tentang perusahaan yang akan mewawancarai kita.
3.      Kita juga paham atas jenis pekerjaan yang sudah kita pilih sebelumnya.
4.      Berlatih menjawab dan berbicara di depan kaca, layaknya kita benar-benar diwawancarai.
5.      Menyiapkan segala sesuatunya 2 hari atau 1 hari sebelum wawancara seperti halnya penampilan.
6.      Jaga kondisi badan untuk tetap segar dan fit sampai waktu wawancara tiba.
7.      Usahakan datang 1 jam atau setengah jam lebih awal sebelum dimulainya proses wawancara.
8.      Jangan tidur terlalu malam, agar esok ketika wawancara tidak terburu-buru.

            Selain itu ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika akan diwawancara :
Menurut Ardi Yanto dalam blognya yang berjudul “Hal-Hal Yang Perlu Dipersiapkan Saat Wawancara” menyarankan :
1.      Lakukan kontak mata ketika sedang diwawancara
Saat diwawancara, jangan menunduk. tatap langsung mata pewawancara setiap kali anda ingin memberikan jawaban. Dengan melakukan hal ini, anda akan dianggap sebagai seseorang yang percaya diri dan fokus pada tujuan.
2.      Tunjukkan minat dan antusiasme anda terhadap perusahaan
3.      Berpakaian secara profesional
Arti kata ’profesional’ di sini bisa berarti banyak hal, terutama di masa sekarang ini.
Seandainya anda bingung, gunakan saja setelan putih hitam seperti yang biasa dipakai
orang yang melamar pekerjaan. Yang palilng penting adalah tampil rapi dan sopan. Percaya atau tidak, kesan pertama itu penting.
4.      Jawab pertanyaan dalam waktu 60 detik
Anda mungkin tidak ingin terlihat sebagai seseorang yang pasif, namun omongan yang terlalu panjang akan membuat pewawancara bosan dan mencoret anda dari daftar calon favoritnya. Jelas, tegas, dan tepat pada sasaran adalah tujuan yang harus diutamakan.
5.      Dengar dan jawab pertanyaan secara langsung
Seandainya anda merasa ada hal yang tidak jelas, tanyakan langsung untuk klarifikasi.
Hal ini juga berguna untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.
6.      Jelaskan prestasi yang pernah anda buat
Jangan pernah sungkan untuk menjelaskan proyek apa saja yang pernah anda kerjakan di perusahaan sebelumnya. Persiapan diri untuk melakukan penjelasan akan mempengaruhi bagaimana performa anda di pekerjaan yang anda incar tersebut.
7.      Bertanya
Yang dimaksud bertanya di sini bukanlah pertanyaan-pertanyaan klise. Pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan tajam akan menunjukkan bahwa anda adalah orang yang proaktif (dan memberikan kesan bahwa anda adalah orang yang tepat dan mempunyai visi untuk memajukan perusahaan)
.
            Selain itu, jangan lupa untuk tetap tersenyum ketika sedang diwawancarai serta luwes dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Semoga bermanfaat!!!...

Jumat, 04 November 2011


Lakukan Analisa Pekerjaan (Job Analysis)...

Dalam perusahaan atau suatu organisasi yang telah berkecimpung lama dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM) setelah melakukan suatu bentuk strategi yang dibuat untuk mencapai suatu tujuan penting organisasi, lebih baik membuat suatu Analisa Pekerjaan (Job Analysis). Analisa pekerjaan merupakan “suatu dasar mengenai tugas, kewajiban, dan tanggung jawab dari suatu pkerjaan juga mengenai profil dari masing-masing jabatan, jenis-jenis kemampuan dan ketrampilan yang dibutuhkan serta pengalaman dan pendidikan yang dipersyaratkan untuk menduduki jabatan tersebut”.
Dalam analisa pekerjaan ada beberapa tahap yang harus dilakukan, yaitu :
  1. Mengumpulkan informasi
  2. Menganalisis dan mengelola informasi pekerjaan, dan
  3. Menyusun jabatan dalam suatu format yang baku

Analisa pekerjaan dalam hal ini mengatur tentang,
  • semua tugas, kegiatan dan tanggung jawab
  • pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan karakter lain yang dibutuhkan oleh si pemegang jabatan
  • alasan terhadap adanya suatu jabatan tertentu dan apa yang membuatnya berbeda dari jabatan yang lain, serta
  • standar kerja atau target yang dapat dijadikan dasar untuk mengukur kinerja

Metode-metode yang digunakan dalam Analisa Pekerjaan adalah :
Observasi
Mengumpulkan informasi tentang pekerjaan tertentu, digunakan untuk memperhatikan bagaimana pengaruh Job Analyst (Pengamat) terhadap kinerja kerja, apakah mereka sengaja bekerja lebih baik ketika diamati atau kualitas kerja mereka sama ketika diamati ataupun tidak diamati.

Partisipasi
Para pekerja diarahkan untuk langsung terjun ke dalam pekerjaan yang sudah ditentukan.

Data yang Tersedia
Adanya data yang tersedia dapat digunakan oleh Job Analyst (Pengamat) untuk bertukar pikiran dan menambah informasi dengan Job Analyst dari perusahaan lain.

Wawancara
Digunakan untuk mendapatkan gambaran pekerjaan yang akurat dan untuk melihat bagaimana beberapa orang yang menjalankan pekerjaan yang serupa, biasanya menghasilkan tugas yang sama.

Survei
Dapat mengumpulkan banyak informasi dari berbagai sumber dalam satu waktu, selain itu memungkinkan anonimus (kuesioner) sehingga para responden dapat lebih leluasa untuk mengisi tanpa mengkhawatirkan apakah identitasnya akan diketahui banyak orang atau tidak.

Catatan Harian Kerja
Disini maksudnya bukan buku “Diary” yaa...maksud dari catatan harian kerja merupakan catatan mengenai beberapa hal yang terjadi dalam suatu pekerjaan tersebut, misal ada kerusakan atau gangguan teknis ketika sedang bekerja sehingga menimbulkan pekerjaan tidak efektif. Keuntungan dari adanya catatan harian kerja yaitu, memberikan informasi secara detail mengenai pekerjaan seseorang karena ini dilakukan rutin setiap harinya.
Sedangkan, kelemahan yang ada pada catatan harian kerja ini yaitu dapat memakan waktu yang cukup banyak baik para pekerja maupun yang menulis catatan harian ini dan juga lebih sulit dikarenakan harus mengolah data yang cukup banyak.

Tidak hanya itu yang ada pada Analisa Pekerjaan (Job Analysis), ada beberapa hal, seperti :
Uraian Jabatan (Job Description)
Berisi uraian atau gambaran tentang apa yang harus dilakukan oleh si pemegang jabatan.

Analisis Kinerja (Task Analysis)
Kegiatan menganalisis kinerja mengikuti seperangkat prosedur atau langkah yang disarankan diikuti secara rinci untuk mendapatkan dan memaksimalkan hasil dari analisis kinerja, mencakup identifikasi standar kerja, identifikasi kinerja, indetifikasi masalah kerja, identifikasi bukti-bukti masalah, identifikasi penyebab timbulnya masalah, dan identifikasi solusi terhadap masalah.

Spesifikasi Jabatan (Job Specification)
Pernyataan tentang kemampuan yang dibutuhkan agar dapat bekerja secara efektif yang berhubungan dengan pekerjaan yang harus dimiliki seseorang sebelum menduduki jabatan tersebut.

Evaluasi Jabatan (Job Evaluation)
Penetapan dari suatu nilai pekerjaan terhadap suatu organisasi untuk menentukan kompensasi atau perkiraan upah.

Desain Jabatan (Job Design)
Sebentuk diagram yang tersusun dari Karyawan perusahaan sampai DirUt, agar terlihat jelas struktur organisasinya.

Setelah dilakukannya analisa pekerjaan maka baru disusunlah untuk melakukan proses rekruitment, seleksi dan penempatan kerja. Dengan menggunakan analisa pekerjaan ini, maka organisasi dapat terstruktur dengan baik.



www.stie-mce.ac.id